Informasi Haji (Yang Perlu Dipersiapkan)

Buatlah list atau daftar rincian perlengkapan yang dibutuhkan jamaah baik saat dalam perjalanan maupun kebutuhan pada saat berada di dua tanah suci tersebut. Hendaklah membawa perlengkapan yang prioritas dan sangat dibutuhkan oleh kita, hindari membawa barang atau perlengkapan yang sekunder atau kurang perlu. Termasuk barang yang prioritas adalah obat-obatan pribadi manakala terjadi serangan mendadak penyakit dalam diri kita. Barang yang kita bawake dalam pesawat  jangan ada yang memberatkan sehingga menyulitkan pada saat akan naik maupun turun dari pesawat.

Ibadah haji dan umrah yang dilakukan dilakukan di makkah ataupun madinah secara keseluruhan merupakan ibadah yang membutuhkan ketahanan fisik. Cobalah kita lihat perjalanan dari tanah air menuju bandara jeddah membutuhkan waktu sekitar delapan jam, menunggu ceck in di imigrasi sekitar dua jam, perjalanan darat menggunakan bus dari bandara jeddah menuju madinah membutuhkan waktu sekitar enam jam, ambil miqot kemudian menuju makkah perjalanan darat dengan bus, thawaf tujuh putaran, sa’i tujuh putaran dan tahallul semuanya membutuhkan kekuatan dan ketahanan fisik. Oleh karenanya ada baiknya calon jamaah haji dan umrah juga mempersiapkan fisik sebaik mungkin dengan berlatih berjalan setiap hari ba’da subuh, jogging lari-ari kecil dan berjalan di tengah terik matahari sehingga bisa menyesuaikan dengan kondisi di makkah madinah yang panas serta mengkonsumsi makanan yang sehat.

Bagi seorang muslim memelihara dan melakukan general check up adalah suatu kemestian yang harus dilakukan agar dapat selalu dapat menjaga kebugaran dan kesehatan. General check up harusnya rutin dilakukan setiap tahun meliputi pemeriksaan darah lengkap, urine, faces, jantung, paru-paru. Sehingga bisa mengantisipasi kondisi terburuk ketika ada di tanah suci

Pengetahuan tentang tata cara umroh ataupun haji semestinya dicari dan didapatkan oleh calon jamaah haji sebelum berangkat ke tanah suci, walaupun pada umumnya ibadah umrah dan haji ini merupakan ibadah fisik. Carilah info tentang tuntunan manasik haji dan umroh baik di toko buku, mbah google ataupun komunikasikan dengan pembimbing pada travel haji dan umrah yang akan anda gunakan. Jangan sampai jamaah berangkat ibadah haji tanpa sedikitpun bekal ilmu dan pengetahuan tentang manasik haji ataupun tata cara umroh.

Dengan bekal ini diharapkan jamaah haji dan umroh dapat mengetahui mawaqit (miqot) dan tempat-tempat khusus mustajab dan lain lain di dua tanah suci Madinah dan Makkah

Sebelum berangkat agar jamaah mempersiapkan dzikir-dzikir dan do’a-do’a yang akan dibaca disana, buatlah sesimpel mungkin namun mencakup semua keinginan dan kehendak kita. Sehingga ketika berada di madinah ataupun makkah kita tidak kebingungan dalam berdzikir. Dalam panduan manasik umroh ataupun manasik haji sudah lengkap didalamnya terdapat dzikir dan do’a yang bisa dibaca dan dihafalkan bila memungkinkan. Panduan tersebut lengkap dari keberangkatan sampai kepulangan.

Yang dimaksud membersihkan diri disini adalah jiwa dan hati harus bersih, membuang segala bentuk sifat-sifat buruk seperti iri, dengki, sombong, congkak, dendam, dan lainnya.
Salah satu point penting yang harus dimiliki jamaah haji dan umrah sebelum berangkat ke tanah suci adalah kebersihan, kebersihan jasadiah, ruhiyah dan fikriyah. Oleh karenanya semenjak di tanah air harus membersihan jasadiyah dengan membekali keberangkatan dengan harta yang halal dan jauh dari harta syubhat, sifat-sifat buruh seperti iri, dengki, sombong dan lain sebagainya. Secara fikriyah harus membersihkan dari cara berfikir yang tidak islami. Perbanyaklah istighfar dan bertaubat memohon ampun atas segala kesalahan dan dosa yang pernah diperbuatnya.

Didalam Alqur’anul karim Allah SWT berfirman, “Maka makanlah yang halal dan baik dari rezeki yang diberikan Allah pada kalian, dan bersyukurlah atas nikmat-Nya jika kalian menyembah hanya pada-Nya (Q.S. An-Nahl 16:114).

Yang dimaksud di sini adalah seorang atau pasangan jama’ah harus meninggalkan harta yang cukup bagi keluarga yang ditinggalkan di tanah airnya.
Jamaah haji dan umrah harus memberikan bekal kepada keluarga yang ditinggalkannya dengan bekal yang cukup. Jangan sampai terjadi keberangkatan haji dan umrah nya justru meninggalkan kesulitan bagi keluarganya
Hal yang penting adalah jangan sampai berangkat haji dan umrah dengan biaya dari hutang atau masih banyak meninggalkan hutang, sehingga menjadi kewajibannya untuk melunasi hutang sebelum keberangkatannya

Seorang jama’ah harus mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh pemerintah, baik di tanah air maupun ketika berada di tanah suci.
Seorang calon jamaah haji harus mengikuti peraturan yang dibuat oleh departemen agamamelalui Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam dan penyelenggaraan haji. Adapun pengisian form pendaftaran, pengelompokan kloter dan lainnya bisa ditanyakan langsung ke kantor Departemen Agama setempat dimana kita berdomisili.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>