Tata Cara Umroh (bagian akhir)

Proses ibadah umroh selanjutnya adalah menuju Bukit Shafa, dan ketika kita mendekat bukit shafa kita membaca firman Allah SWT : “Innashafa wal marwata min sya’aairillah…Sesungguhnya shafa dan marwa adalah sebagian dari syiar Allah (QS.Al-Baqoroh : 158)

Kemudian kita mengucapkan : “Nabdau bimaa bada’a Allah Kami memulai sebagaimana Allah memulai (dari bukit shafa terlebih dahulu)”, Kemudian kita naik ke atas bukit shafa dan menghadap ke ka’bah lalu kita takbir tiga kali dan mengucapkan : “Laa ilaaha illa allah wahdahu laa syariikalahu lahul mulku walahul hamdu wahuwa ala kulli syain qodiir. Laa ilaaha illa allahu wahdah anjaza wa’dah wanashara abdah wahazamal ahzaaba wahdah (Tiada sembahan yang haq melainkan Allah semata tiada sekutu baginya, hanya baginya seluruh kerajaan dan hanya baginya segala pujian dan Dia maha kuasa atas segala sesuatu. Tiada sesembahan yang haq melainkan Dia, tiada sekutu bagiNya yang menepati janjinya, yang memenangkan hambanya dan yang menghancurkan golongan-golongan kafir dengan tanpa dibantu siapapun)

Dilanjutkan dengan melantunkan do’a apa saja sesuai dengan keinginan dan keperluan kita dalam bahasa kita juga tidak mengapa

Dzikir dan do’a yang di atas di baca berulang-ulang sampai dengan tiga kali, dilanjutkan dengan turun dari bukit shafa untuk melakukan sa’i antara bukit shafa dan bukit marwa. Lakukan lari-lari kecil bagi laki-laki bila berada pada dua tanda hijau. Untuk perempuan berjalan seperti biasa. Jika kita telah sampai di bukit Marwa kita naik ke atasnya dan menghadap ke ka’bah kemudian kita membaca dzikir dan berdo’a sebagaimana yang di baca ketika di bukit shafa.

Dari bukit shafa ke bukit marwa dihitung satu kali putaran dan kembali dari bukit marwa ke bukit shafa dihitung satu kali putaran hingga sempurna menjadi tujuh kali putaran. Karena itu putaran sa’i yang ke tujuh berakhir di bukit marwa. Tidak ada dzikir atau do’a khusus untuk sa’i, hendaknya kita memperbanyak dzikir dan do’a atau membaca qur’an. Disarankan bagi jamaah yang melaksanakan ibadah umroh agar mempersiapkan do’a yang akan dibaca pada saat berada di tanah suci

Proses rangkaian ibadah umroh diakhiri dengan tahallul yaitu mencukur rambut. Mencukur gundul lebih utama bagi laki-laki yang umrah (kecuali bagi yang berhaji sekaligus) hendaknya ia memendekkan rambut (lebih utama), mencukur gundul dilakukan pada waktu tahallul haji.

Jika hal di atas sudah kita lakukan, berarti kita telah selesai melakukan rangkaian ibadah umroh. Segala puji milik Allah semata. “Umratan maqbullan wasa’yan masykuuran wadzamban maghfuura watijaaratan lan tabuura. Semoga ibadah umroh kita diterima, sa’i kita diterima, dosa kita diampuni Allah SWT dan kita mendapatkan perniagaan yang tidak pernah merugi”. Aamiin.

Demikianlah tata cara umroh semoga bermanfaat. Silahkan hubungi travel umroh anda dan lakukan konsultasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>